Hakikat Penciptaan Manusia: Antara Fitrah, Nafs, dan Tanggung Jawab Kehidupan

Oleh : Adhelia Shinta Peserta Latihan Khusus Kohati (LKK) Cab. Pangkep

Manusia sering kali sibuk bertanya tentang bagaimana cara hidup yang benar, tetapi lupa bertanya lebih dalam: untuk apa sebenarnya manusia diciptakan? Pertanyaan ini bukan sekadar teologis, melainkan refleksi mendasar tentang arah hidup. Dalam Islam, penciptaan manusia tidak pernah dimaknai sebagai peristiwa yang kebetulan. Ia adalah kehendak Ilahi yang sarat tujuan, nilai, dan tanggung jawab. Namun, di tengah kehidupan modern yang serba cepat, hakikat ini sering tertutup oleh ambisi, ego, dan dorongan nafsu yang tidak terkendali.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai ‘abd (hamba) dan khalifah di muka bumi. Dua posisi ini sekaligus memuliakan dan membebani manusia. Sebagai hamba, manusia terikat pada penghambaan total kepada Allah. Sementara sebagai khalifah, manusia diberi mandat untuk mengelola, menjaga, dan menata kehidupan dengan nilai keadilan dan kemaslahatan. Sayangnya, banyak dari kita lebih nyaman mengingat peran sebagai penguasa bumi, tetapi lalai pada peran sebagai hamba. Di sinilah sering muncul kegelisahan eksistensial: hidup terasa penuh, tetapi kosong makna.

Islam juga memandang manusia sebagai makhluk yang kompleks. Al-Qur’an menggunakan beberapa istilah untuk menggambarkan manusia: al-basyar, al-insan, dan an-nas. Al-basyar menegaskan sisi biologis manusia makhluk yang memiliki kebutuhan fisik, naluri, dan keterbatasan. Al-insan menunjukkan manusia sebagai makhluk berakal dan berkesadaran, yang mampu belajar, merenung, dan mengambil pelajaran. Sementara an-nas menggambarkan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Ketiga istilah ini menegaskan bahwa manusia bukan hanya tubuh, bukan hanya akal, dan bukan pula sekadar bagian dari kerumunan, melainkan kesatuan yang utuh.

Dalam diri manusia juga terdapat fitrah, yakni kecenderungan asli untuk mengenal kebenaran dan menyembah Tuhan. Fitrah ini bersifat suci, tetapi tidak otomatis terjaga. Ia dapat tertutupi oleh lingkungan, pengalaman hidup, dan dominasi nafs. Nafs sering dipahami secara sederhana sebagai hawa nafsu, padahal dalam Islam, nafs memiliki tingkatan. Ada nafs yang mendorong pada keburukan, ada pula nafs yang menyesali kesalahan, hingga nafs yang tenang dan tunduk pada nilai Ilahi. Pergulatan manusia sejatinya adalah proses panjang dalam mendidik nafs agar selaras dengan fitrah.

Refleksi ini terasa semakin relevan ketika melihat realitas hari ini. Banyak manusia merasa kehilangan arah meski memiliki pendidikan, jabatan, dan akses teknologi. Krisis kemanusiaan, ketimpangan sosial, dan kerusakan lingkungan menunjukkan bahwa manusia sering gagal menjalankan perannya sebagai khalifah. Kita pandai membangun, tetapi lupa merawat. Pandai berbicara tentang moral, tetapi lalai mempraktikkannya. Dalam konteks ini, pemahaman tentang hakikat penciptaan manusia bukan hanya wacana keagamaan, melainkan kebutuhan moral dan sosial.

Bagi saya, memahami hakikat penciptaan manusia dalam perspektif Islam adalah proses berdamai dengan diri sendiri. Ia mengajarkan bahwa menjadi manusia berarti siap berproses, jatuh, bangkit, dan terus belajar. Kesalahan bukan akhir segalanya, selama manusia mau kembali pada fitrah dan nilai ketuhanan. Islam tidak menuntut manusia menjadi sempurna, tetapi mengajak untuk terus memperbaiki diri dan memberi manfaat bagi sekitar.

Akhirnya, pertanyaan tentang tujuan penciptaan manusia seharusnya membawa kita pada kesadaran yang lebih jujur: apakah hidup ini hanya tentang memenuhi keinginan, atau tentang menunaikan amanah? Islam menawarkan jawaban yang sederhana namun mendalam bahwa hidup adalah ibadah dalam makna yang luas. Setiap pilihan, tindakan, dan sikap hidup adalah cerminan dari bagaimana manusia memahami asal-usul dan tujuan penciptaannya. Di sanalah manusia menemukan makna, bukan dalam hiruk-pikuk dunia, tetapi dalam kesadaran menjadi hamba yang bertanggung jawab sebagai khalifah.

 

Pangkep, 11 Januari 2026

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.effectivegatecpm.com/hd7rhxvf8?key=2e290d3a5abe0c81092e16a918972f6f
Scroll to Top