
Oleh: Zulfitriani Peserta LKK HMI Cabang Pangkep
Revitalisasi analisis KOHATI merupakan keniscayaan di tengah perkembangan isu keperempuanan yang semakin kompleks dan berlapis. Persoalan perempuan hari ini tidak lagi berdiri secara tunggal, melainkan saling berkelindan dengan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Kekerasan berbasis gender, ketimpangan representasi perempuan, hingga marginalisasi dalam kebijakan publik menunjukkan bahwa isu keperempuanan membutuhkan pembacaan yang lebih tajam dan mendalam. Dalam konteks ini, KOHATI dituntut untuk tidak hanya menjadi ruang kaderisasi perempuan, tetapi juga pusat produksi gagasan yang mampu membaca realitas secara kritis dan berorientasi pada keadilan gender.
Revitalisasi analisis meniscayakan pembaruan cara berpikir KOHATI dalam memahami persoalan perempuan. Analisis yang dibangun harus melampaui pendekatan normatif dan seremonial, menuju pendekatan struktural yang menyoroti relasi kuasa dan sistem yang melanggengkan ketidakadilan. KOHATI perlu menguatkan tradisi intelektual dengan berbasis data, kajian akademik, serta pengalaman empirik perempuan di berbagai lapisan sosial. Dengan demikian, setiap sikap dan gerakan yang diambil tidak bersifat reaktif, melainkan lahir dari kesadaran kritis dan tanggung jawab intelektual sebagai organisasi perempuan mahasiswa.
Pada akhirnya, revitalisasi analisis KOHATI terhadap isu keperempuanan menjadi landasan penting untuk mempertegas peran KOHATI sebagai agen perubahan. Analisis yang kuat harus berkelindan dengan keberanian bersikap dan konsistensi dalam advokasi, baik di ruang internal maupun publik. Dengan tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan organisasi, KOHATI dapat menghadirkan gerakan keperempuanan yang relevan, progresif, dan transformatif, sehingga mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperjuangkan terwujudnya keadilan dan martabat perempuan.

