Hakikat Pernikahan: Mewujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah

Oleh: Marsya Puspita Peserta Latihan Khhsus Kohati (LKK) Cabang Pangkep

Keluarga bukan sekadar unit sosial atau tempat tinggal bersama, melainkan madrasah pertama bagi setiap orang untuk belajar hidup: bagaimana menebar kasih, membangun tanggung jawab, dan menumbuhkan karakter? Dalam Islam, rumah dan keluarga memiliki makna yang mendalam. Rumah adalah tempat kembali, tempat seseorang mencari ketenangan setelah lelah menghadapi dunia. Ia bukan hanya bangunan, tetapi ruang di mana sakinah, mawaddah, dan warahmah diwujudkan.

Sakinah berarti ketenangan, kedamaian, dan kenyamanan yang lahir dari saling memahami dan menjaga komitmen antaranggota keluarga. Mawaddah mencakup cinta yang tulus dan materi yang digunakan untuk kesejahteraan bersama, bukan sekadar pemuas diri sendiri. Warahmah adalah kasih sayang yang melingkupi seluruh anggota keluarga, menutupi kekurangan, dan membimbing satu sama lain menuju kebaikan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum: 21, pernikahan hadir sebagai sarana saling mencintai dan menumbuhkan kasih sayang antara suami dan istri, sekaligus sebagai sumber ketenangan dan perlindungan.

Tujuan utama menikah dalam Islam adalah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, rumah menjadi madrasah kehidupan di mana setiap orang belajar menahan ego, memaafkan kesalahan, dan menegakkan nilai-nilai moral. Anak-anak belajar dari teladan orang tua, sedangkan orang tua terus menumbuhkan kesabaran dan kasih. Dalam proses inilah rumah menjadi tempat kembali: tempat hati merasa aman, dan jiwa menemukan ketenangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Keluarga sakinah bukan hadir begitu saja. Ia membutuhkan kesadaran, usaha, dan komitmen untuk saling memahami, memberi, dan membimbing. Rumah yang dipenuhi ketenangan, cinta, dan kasih sayang adalah fondasi bagi generasi yang beriman, berbudi pekerti, dan mampu menebar manfaat bagi masyarakat. Islam mengajarkan bahwa pernikahan dan keluarga bukan hanya soal hak dan kewajiban, tetapi juga sarana mencapai kebahagiaan yang hakiki, dunia dan akhirat.

Dengan demikian, membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah adalah upaya membangun madrasah kehidupan: rumah yang menjadi tempat kembali, sumber ketenangan, dan ladang kasih sayang bagi setiap anggota. Di sanalah manusia belajar arti hidup yang sesungguhnya: bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang saling memberi dan menjaga dalam cinta dan rahmat Ilahi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.effectivegatecpm.com/hd7rhxvf8?key=2e290d3a5abe0c81092e16a918972f6f
Scroll to Top